MENUMBUHKAN APRESIASI SISWA TERHADAP BUDAYA LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Posted by : Nyiayu Fahriza Fuadiah, S.Si., M.Pd,
Pada Tanggal : 02-Jun-2020,09:06:58
Dilihat sebanyak : 55x
Didownload Sebanyak : 17x


Indonesia terkenal akan kekayaan budaya yang dimiliki oleh seluruh wilayahnya dengan ciri khas dan keunikan tersendiri. Ketika ditelusuri lebih dalam ternyata hanya sebagian kecil masyarakat yang mau dan peduli akan hal ini. Keberagaman budaya yang kita miliki jarang mendapat apresiasi di kalangan pelajar, sebagian besar siswa mulai lupa akan sejarah kebudayaan bangsa sendiri. Sistem pendidikan yang cenderung parsial telah menjadikan generasi Indonesia kurang mengapresiasi budayanya. Sesuai dengan fungsi sekolah sebagai lembaga sosial yang mengandung visi nasional, secara perlahan mengembangkan apresiasi terhadap budaya nasional seperti bahasa Indonesia dan pengenalan terhadap budaya lokal. Adapun salah satu Prinsip Pelaksanaan Kurikulum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan adalah kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal, termasuk di dalamnya mata pelajaran matematika. Pembelajaran matematika yang diberikan dari jenjang SD sampai SMA mempunyai porsi jam pelajaran yang paling banyak, tentunya menjadi wahana yang tepat untuk menumbuhkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Pengunaan aspek budaya lokal bisa dijadikan acuan pada berbagai pokok bahasan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Salah satu contoh, Jembatan Ampera sebagai simbol budaya Sumatera Selatan, sarat dengan muatan kontekstual dalam pemahaman konsep himpunan, geometri dan pengukuran, trigonometri, aritmatika sosial, dan pokok bahasan lainnya. Begitu juga aspek budaya lainnya seperti songket, makanan khas Palembang, Mesjid Agung, tempat atau situs bersejarah, dan adat istiadat masyarakatnya. Aspek budaya lokal ini sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari siswa sehingga mempermudah guru mendapatkan contoh-contoh kontekstual dalam pembelajaran matematika. Aplikasi budaya lokal ini pada akhirnya selain menanamkan pemahaman konsep matematika siswa juga dapat meningkatkan apresiasi budaya lokal sebagai bagian integral dari pendidikan nasional. Kata kunci: apresiasi budaya, budaya lokal, pembelajaran matematika

Download